Polres Pulau Taliabu Amankan Aksi Demosntrasi Mendadak Oleh Dewan Adat Pulau Taliabu Kesultan Ternate

Puluhan persenel Polres Pulau Taliabu amankan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Dewan Adat Pulau Taliabu Kesultan Ternate dari Pok Desa Todoli di area Lingkar Tambang PT. Adidaya Tanggung (ADT) Desa Tolong kecamatan Lede kabupaten Pulau Taliabu pada Senin 24 Juli 2023.

 

Adapun tuntutan masa aksi tersebut terkait dampak pencemaran limbah dari PT. Adidaya Tanggung (ADT).

 

Dalam orasinya, Korlap menyampaikan. Pada tahun 2013 pak Sangaji tua kesultanan Ternate kabupaten Pulau Taliabu pernah menyepakati terkait dengan dampak limbah tersebut dan dari pihak tambang sudah menyepakati terkait pembayaran lahan masyarakat yang terkena dampak limbah akan tetapi pihak perusahaan selalu menunda-nunda terkait dengan pembayaran lahan masyarakat yang terkena dampak limbah.

 

“Jadi kedatangan kami kesini untuk menyusul yang telah di janjikan oleh pikah perusahaan” kata Danial Hamid masa aksi dari Dewan Adat Pulau Taliabu Kesultan Ternate.

 

Kata dia. Perusahaan hadir di Taliabu ini bagaimana supaya bisa mensejahterakan masyarakat lingkar tambang pada umumnya bukan untuk menyengsarakan.

“Permintaan kami tolong hadirkan pimpinan perusahaan yang ada di perusahaan ADT saat ini untuk mengklarifikasi terkait dengan janji yang telah di sepakati pada tahun 2013 yang lalu” ujarnya.

 

Sementara itu Lukman menyatakan. Kami hadir disini sebagai Bobato adat Kesultanan Ternate yang mewakili perwakilan aspirasi masyarakat yang sampai hari ini tidak terealisasi aspirasinya.

 

“Jangan kalian pihak tambang mengambil hasil yang enak sedangan kami masyarakat yang terkena dampak limbah menjadi korban. Untuk itu saya harapkan kepada pihak tambang untuk segera merealisia dampak yang kami maksud” katanya.

 

Sementara itu pihak pengamanan dari Polres Pulau Taliabu, Ipda Mukhlis Mustafa menghimbau masa aksi untuk tetap bersabar dan menunggu tindakan selanjutnya dari pihak PT. ADT.

 

“Terkait surat yang dikirim oleh Bobato adat kesultanan Ternate yang kemarin, itu pihak manajemen sudah terima, tinggal menunggu arahan dari pusat PT. ADT di Jakarta” imbuhnya.

“ Kalau bapak-bapak paksakan ingin bertemu dengan pihak manajemen saya rasa tidak mungkin karna mereka juga harus menunggu arahan dari kantor pusat ADT dan pimpinan tertinggi saat ini sedangan melaksanakan cuti sehingga tidak bisa hadir” katanya.

 

“ Terkait dengan CSR, kebetulan orang CSR ada, akan tetapi mereka tidak bisa ambil langkah karena KTT tidak ada di tempat” lanjutnya.

 

Ipda Mukhlis Mustafa juga mengatakan. Sekedar saran paling terkait dengan surat, itu harus cantumkan poin-poin dalam pembahasan rapat, sehingga mempermudah pada saat rapat nanti dan suratnya itu kalian harus kirim juga ke dinas terkait di kabupaten dan Polres karna berbicara tentang pencemaran lingkungan hidup tetap ada pidananya.

 

“ Kedatangan kalian kesini dengan jumlah masa yang lumayan banyak dan tanpa ada pemberitahuan ke pihak Kepolisian Polres Pulau Taliabu menurut saya itu sudah salah apalagi dengan membawa senjata tajam. Akan tetapi kami masi memaklumi dan Masi mengawal bapak-bapak sekalian” tegasnya.

 

“Kemudian terkait Bobato adat Kesultanan Ternate ini itu bukan wewenang saya, saya berdiri disini sebagai polisi penegak hukum” tambahnya.

 

Sementara Penyampaian “Yatno” Deprtemen Security PT. ADT. Kami dari departemen Security tidak ada niat untuk menghalangi bapak sekalian karena disni kami hanya melaksanakan tugas dari perusahaan untuk mengamankan.

 

“Kalau memang nanti saudara-saudara ingin bertemu kembali, silahkan menyurat kembali apa yang akan di sampaikan di lampirkan di isi surat secara detail, nanti kami akan sampaikan ke pimpinan” ujarnya.

 

Masih lanjut Yatno, kalau mau bertemu kembali jangan bawa rombongan seperti saat ini, hadirkan secukupnya seperti 3 atau 5 orang. Kemudian kalau datang kesini tolong jangan membawa senjata tajam karena ini areal perusahaan. Kata dia. Senin 07/2023

Lebih baru Lebih lama